Akhirnya lega melawati masa-masa UAS, hampir semua teman-teman di sekolah merasa lega dengan berakhirnya masa ulangan ini. Lega sekaligus was-was akan hasil yang akan diperoleh nantinya. Kalau kita bicara soal hasil, seperti biasa tak ada respon selain kata "liat aja nanti'. Penat memang dalam menghapi ujian ditambah lagi perasaan bahwa apakah kita mampu mengerjakan soal dengan baik dan memperoleh hasil yang memuaskan.
Masih hangat dimemoriku, seminggu yang lalu sangat hari pertama ujian khususnya kelas XI SMAN 1 Pitumpanua dapat giliran masuk siang. Berhubung anak kelas X ulangan, jadi anak kelas XI yang sudah datang di arahkan ke depan labalatorium IPA supaya tidak mengganggu kelas X yang sedang ulangan. Dan seperti biasanya kalau kami ngumpul pasti ujung-ujungnya ngerumpi "_". Biasalah anak sekolah ada aja yang dibahas walaupun udah mau ulangan bukannya belajar malah ngerumpi gitu. Di perbincangan saya dan teman sekelas saya bergerombol membahas kisi-kisi untuk ulangan matematika dan pada saat itu di depan lab juga banyak anak IPA lainnya.
Tiba-tiba ada seorang teman yang bicaranya keras sekali inisialnya A,..
" saya memang bukan orang cerdas cez, jadi saya tidak bisa ngalahin kalian kalau soal kecerdasan, saya tau kalian lebih cerdas dari saya"tandasnya dengan nada bercanda. lalu salah satu teman saya menjawab"lalu kamu bisa apa dong,.??heheheeh".
lalu dengan entangnya dia si A menjawab "gini, orang miskinkan kalah sama orang kaya, orang bodoh kalah sama orang pintar, dan orang kaya ma orang pintar kalah sama orang beruntung, dan saya bukan orang kaya dan orang pintar tapi saya orang beruntung yang bisa nyalahin kalian,hahahahahh",..dan dengan cepatnya hampir semua siswa di depan lab tertawa, entah tertawa karena lucu atau karena yang dikatakan si A memang benar.dan saya juga satu diantara banyak orang yang tertawa mendengar perkataan itu ya dengan alasan memang perkataan si A ada benarnya juga sih sekaligus gaya bicara si A yang lucu. Berselang kemudian bel pun berbunyi dan kami semua berhamburan keruangan masing-masing.
Malamnya, salah melihat salah satu tanyangan tv kesukaan attaku(panggilan untuk ibu dari marga bugis), seprti biasa sebuah acara reality show yang berjudul "jika aku menjadi", ummm rencananya sih mau konsen belajar tapi akhirnya tegoda juga untuk ikut nonton sambil nemanin attaku yang lagi nonton sendiri. Reality show yang mengangkat tentang susahnya kehidupan masyarakat yang tidak berkecukupan dalam mempertahankan hidup. Keluarga itu memiliki seorang anak yang berusia 18 tahun, dan dia sudah lulus SMAN dan akhirnya menganggur karena tidak memiliki biaya yang cukup untuk melanjutkan sekolah padahal dia memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, terbukti dia selalu mendapatkan perinngkat satu saat masih duduk dibangku SMA. Tiba-tiba saya teringat dengan perkataan teman saya tentang keberuntungan tadi siang. Memang perkataan si A ada benarnya, bahwa semuanya juga kembali kepada keberuntungan.
Berhubung acara itu sudah selesai, saya mengotak-atik channel televisi dan saya menemukan salah satu program talk show yang membahas tentang pengusaha yang sukses tapi hanya menempuh pendidikan sampai jenjang SD saja.Wah otakku langsung menyimpulkan bahwa itu karena pengusaha itu beruntung dan mulai berpikir tentang apa itu keberuntungan. Tapi pas waktu saya akan mengambil remote tv dengan maksud memindahkan ke channel lain, sang presenter acara talk show tersebut melontarkan pertanyaan kepada pengusaha itu "jadi, pada dasarnya Anda hanya beruntung, dengan coba menjadi pengusaha dan akhirnya sukses??". Wah saya langsung mengurungkan niatt untuk memindahkan channel tersebut, rasa penasaran mulai memasuki urat saraf d saya dan saya berharap pengusaha itu akan menjawab "ya" dan apabila dia menjawab ya itu berarti memang kebruntungan itu kunci kehidupan. Saya menunggu jawaban pengusah itu yang awalanya hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan itu. "Ya" kata pengusaha itu, saya langsung tersenyum tipis dan berpikir kalau jawabannya mudah ditebak. Tapi tiba-tiba pengusaha itu melanjutkan perkataannya "memang karena keberuntungan tapi keberuntungan hanya berpengaruh 0.00001% dari keberhasilan saya, sampai ketitik ini tidaklah mudah dan tidak cukup hanya berbekal keberuntungan saja, semuanya butuh kerja keras dan perusahaan yang saya bangun tidaklah dengan cara ongkang-ongkang kaki di rumah dan menunggu keberuntungan datang karena keberuntungan harus dijemput sebab semua orang terlahir dengan keberuntungan besar". Mmmm,..berhubung saya orang yang lumayan keras kepala jadi saya tidak sertamerta menerima jawaban tersebut, lalu dibenakku terlintas "lalu bagaimana dengan anak yang putus sekolah tadi karena kemiskinan bukan karena tidak berusaha??", dan ternyata respon presenter tv itu sama seperti saya dan menanyakan hal yang sama dengan yang saya pikirkan. Dan super jawaban dari pengusaha itu " itu tergantung sudut pandang kita melihat keberuntungan itu, sebab keberuntungan tidak hanya disaat kita mendapatkan apa yang kita inginkan dan bukan berarti kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan lalu kita menggolongkan diri kita tidak beruntung, karena mungkin bisa jadi kita beruntung gagal disuatu hal karena kita disiapkan untuk hal yang lebih besar"tandas pengusaha muda itu. Paradigma berpikirku berubah seketika dan saya rasa pengusaha muda itu juga cocok untuk jadi seorang motivator....,hhehheheheh.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WITA dan saya belum juga belajar untuk ulangan besok, jadi kuputuskan untuk menyudahi perjalanan analarku tentang apa itu keberuntungan. Tapi sebelum beranjak dari depan tv ku simpulkan bahwa " Ternyata apa yang akan terjadi di hidup ini memang sudah di tentukan oleh Tuhan dan apa yang terjadi besok ditentukan oleh seberapa besar usaha yang kita lakukan hari ini" dan soal keberuntungan "memang ada juga orang yang mendapatkan sesuatu karena keberuntungan, tapi yang lebih berharga adalah keberuntungan yang kita peroleh dari usaha dan kerja keras, karena setiap orang sesungguhnya sudah terlahir dengan keberuntungan yang besar dan tentunya dibutuhkan orang yang memiliki usaha dan kerja keras yang besar pula untuk menjemput keberuntungan itu".
Petualangan tentang keberuntungan yang hanya berawal dari perkataan sepele seorang teman ternyata begitu mengasikkan, tapi tentu ada banyak lagi hal di luar sana yang perlu pemahaman bijak seprti halnya keberuntungan yang saya pelajari hari ini. Dan hari ini memberikan motivasi baru buat saya menghadapi hari esok, khususnya hari-hari ulangan selama sepekan,.ehehehheeheheh
Masih hangat dimemoriku, seminggu yang lalu sangat hari pertama ujian khususnya kelas XI SMAN 1 Pitumpanua dapat giliran masuk siang. Berhubung anak kelas X ulangan, jadi anak kelas XI yang sudah datang di arahkan ke depan labalatorium IPA supaya tidak mengganggu kelas X yang sedang ulangan. Dan seperti biasanya kalau kami ngumpul pasti ujung-ujungnya ngerumpi "_". Biasalah anak sekolah ada aja yang dibahas walaupun udah mau ulangan bukannya belajar malah ngerumpi gitu. Di perbincangan saya dan teman sekelas saya bergerombol membahas kisi-kisi untuk ulangan matematika dan pada saat itu di depan lab juga banyak anak IPA lainnya.
Tiba-tiba ada seorang teman yang bicaranya keras sekali inisialnya A,..
" saya memang bukan orang cerdas cez, jadi saya tidak bisa ngalahin kalian kalau soal kecerdasan, saya tau kalian lebih cerdas dari saya"tandasnya dengan nada bercanda. lalu salah satu teman saya menjawab"lalu kamu bisa apa dong,.??heheheeh".
lalu dengan entangnya dia si A menjawab "gini, orang miskinkan kalah sama orang kaya, orang bodoh kalah sama orang pintar, dan orang kaya ma orang pintar kalah sama orang beruntung, dan saya bukan orang kaya dan orang pintar tapi saya orang beruntung yang bisa nyalahin kalian,hahahahahh",..dan dengan cepatnya hampir semua siswa di depan lab tertawa, entah tertawa karena lucu atau karena yang dikatakan si A memang benar.dan saya juga satu diantara banyak orang yang tertawa mendengar perkataan itu ya dengan alasan memang perkataan si A ada benarnya juga sih sekaligus gaya bicara si A yang lucu. Berselang kemudian bel pun berbunyi dan kami semua berhamburan keruangan masing-masing.
Malamnya, salah melihat salah satu tanyangan tv kesukaan attaku(panggilan untuk ibu dari marga bugis), seprti biasa sebuah acara reality show yang berjudul "jika aku menjadi", ummm rencananya sih mau konsen belajar tapi akhirnya tegoda juga untuk ikut nonton sambil nemanin attaku yang lagi nonton sendiri. Reality show yang mengangkat tentang susahnya kehidupan masyarakat yang tidak berkecukupan dalam mempertahankan hidup. Keluarga itu memiliki seorang anak yang berusia 18 tahun, dan dia sudah lulus SMAN dan akhirnya menganggur karena tidak memiliki biaya yang cukup untuk melanjutkan sekolah padahal dia memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, terbukti dia selalu mendapatkan perinngkat satu saat masih duduk dibangku SMA. Tiba-tiba saya teringat dengan perkataan teman saya tentang keberuntungan tadi siang. Memang perkataan si A ada benarnya, bahwa semuanya juga kembali kepada keberuntungan.
Berhubung acara itu sudah selesai, saya mengotak-atik channel televisi dan saya menemukan salah satu program talk show yang membahas tentang pengusaha yang sukses tapi hanya menempuh pendidikan sampai jenjang SD saja.Wah otakku langsung menyimpulkan bahwa itu karena pengusaha itu beruntung dan mulai berpikir tentang apa itu keberuntungan. Tapi pas waktu saya akan mengambil remote tv dengan maksud memindahkan ke channel lain, sang presenter acara talk show tersebut melontarkan pertanyaan kepada pengusaha itu "jadi, pada dasarnya Anda hanya beruntung, dengan coba menjadi pengusaha dan akhirnya sukses??". Wah saya langsung mengurungkan niatt untuk memindahkan channel tersebut, rasa penasaran mulai memasuki urat saraf d saya dan saya berharap pengusaha itu akan menjawab "ya" dan apabila dia menjawab ya itu berarti memang kebruntungan itu kunci kehidupan. Saya menunggu jawaban pengusah itu yang awalanya hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan itu. "Ya" kata pengusaha itu, saya langsung tersenyum tipis dan berpikir kalau jawabannya mudah ditebak. Tapi tiba-tiba pengusaha itu melanjutkan perkataannya "memang karena keberuntungan tapi keberuntungan hanya berpengaruh 0.00001% dari keberhasilan saya, sampai ketitik ini tidaklah mudah dan tidak cukup hanya berbekal keberuntungan saja, semuanya butuh kerja keras dan perusahaan yang saya bangun tidaklah dengan cara ongkang-ongkang kaki di rumah dan menunggu keberuntungan datang karena keberuntungan harus dijemput sebab semua orang terlahir dengan keberuntungan besar". Mmmm,..berhubung saya orang yang lumayan keras kepala jadi saya tidak sertamerta menerima jawaban tersebut, lalu dibenakku terlintas "lalu bagaimana dengan anak yang putus sekolah tadi karena kemiskinan bukan karena tidak berusaha??", dan ternyata respon presenter tv itu sama seperti saya dan menanyakan hal yang sama dengan yang saya pikirkan. Dan super jawaban dari pengusaha itu " itu tergantung sudut pandang kita melihat keberuntungan itu, sebab keberuntungan tidak hanya disaat kita mendapatkan apa yang kita inginkan dan bukan berarti kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan lalu kita menggolongkan diri kita tidak beruntung, karena mungkin bisa jadi kita beruntung gagal disuatu hal karena kita disiapkan untuk hal yang lebih besar"tandas pengusaha muda itu. Paradigma berpikirku berubah seketika dan saya rasa pengusaha muda itu juga cocok untuk jadi seorang motivator....,hhehheheheh.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WITA dan saya belum juga belajar untuk ulangan besok, jadi kuputuskan untuk menyudahi perjalanan analarku tentang apa itu keberuntungan. Tapi sebelum beranjak dari depan tv ku simpulkan bahwa " Ternyata apa yang akan terjadi di hidup ini memang sudah di tentukan oleh Tuhan dan apa yang terjadi besok ditentukan oleh seberapa besar usaha yang kita lakukan hari ini" dan soal keberuntungan "memang ada juga orang yang mendapatkan sesuatu karena keberuntungan, tapi yang lebih berharga adalah keberuntungan yang kita peroleh dari usaha dan kerja keras, karena setiap orang sesungguhnya sudah terlahir dengan keberuntungan yang besar dan tentunya dibutuhkan orang yang memiliki usaha dan kerja keras yang besar pula untuk menjemput keberuntungan itu".
Petualangan tentang keberuntungan yang hanya berawal dari perkataan sepele seorang teman ternyata begitu mengasikkan, tapi tentu ada banyak lagi hal di luar sana yang perlu pemahaman bijak seprti halnya keberuntungan yang saya pelajari hari ini. Dan hari ini memberikan motivasi baru buat saya menghadapi hari esok, khususnya hari-hari ulangan selama sepekan,.ehehehheeheheh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar