Mengotak-atik pikiran dan imajinasi malam ini yang sedang menerawang jauh entah apa dan sampai dimana. Mencoba menghabiskan malam untuk menulis dan tidak hanya duduk didepan laptop sambil bermain FB or twitter yang kadang menyita waktu. Mulai mencari inspirasi apa yang akan saya tulis namun semuanya buntu. Dan seperti biasa kalau kakak lagi ngisi pulsa modem saya bisa numpang ol deh (heehee *dasar numpang gratisan)sambil duduk didepan tv bersama ibu saya tercinta yang asik nonton. Yach,..aktivitas malam hari yang sangat lazim seperti malam sebelumnya. Saya menatap dalam keacara tv yang sedang ibuku tonton, acara favoritnya itu yang berjudul "Jika Aku Menjadi" yang selalu buat dia nangis sendiri didepan tv . Program tv itu hampir berakhir dan saya tidak menemukan inspirasi sedikitpun, wuhhhh,... padahal acara tv itu kata orang-orang sangat inspiratif #promodeh.
"apa kamu pernah berpikir tentang masa depan?"
"tentang apa yang kamu inginkan?"
"tentang seperti apa kamu 5 atau 7 tahun yang akan datang?"
"tentang sulitnya jalan kamu kedepan yang harus kamu persiapkan sekarang?"
"Pikkiriki, ko tenniaya iko pikkiriki alemu nigasi, de' tu na engka tu'tu tamatoamu paringerrangiko!!(bahasa bugis yang artinya : pikirkan, sapa lagi yang memikirkan masa depanmu kalau bukan kamu, tidak selamanya orang tua berada disisimu untuk mengingatkan)"
Tiba-tiba lontaran pertanyaan itu menghujaniku dari belakang, ya...itu suara ibuku dengan logat bugisnya. Saya tidak tahu dari mana beliau langsung mendapatkan kata-kata itu, mungkin dari acara tv yang di nontonnya tadi atau suatu suara malaikat dari dalam hatinya, entahlah!! tapi kata-kata itu langsung menjelma di pikiranku, sempat ku hentikan kegiatan beberapa menit setelah mendengar ucapan itu dan saya tidak tahu jawaban apa yang harus saya lontarkan kecuali diam dan tak ada pikiran lain. Ya benar, itu inspirasi yang saya cari dan terlontar dari mulut ibuku, saya jauh-jauh mencari inspirasi kedalam program tv padahal sebenarnya inspirasi itu ada sejak tadi disampingku. Inspirasi agung yang tak pernah saya sadari dan berada sangat dekat denganku.
Saya lalu berpikir dan menganalisa perkataan ibuku itu, dan saya rasa bukan cuma ibuku tapi semua ibu di dunia akan memiliki arsip-arsip pertayaan yang sama untuk anak-anak mereka. Tentunya, tak ada jiwa besar seperti itu yang meluangkan seluruh hidupnya untuk sosok anak muda yang sebagian besar menyia-yiakan hidupnya dan tak pernah memikirkan hidupnya kedepan sedangkan seorang ibu bersusah payah untuk hal itu padahal ini tentang masa depan kita. Siapalagi kalau bukan seorang wanita yang setiap harinya mulai renta dan pikun namun dia tak pernah lupa dan pikun walau semenitpun untuk memikirkan masa depan kita, jangankan masa depan soal makan saja selalu beliau ingatkan.
Tidak bisa saya pungkiri bahwa saya juga menjadi bagian dari anak muda yang kadang tidak berpikir kearah sana. Mmmmm,..facebook dan bermain game ol misalnya, yang menghabiskan waktu saya namun saya tidak tahu apa yang saya dapatkan. Bermain dengan santai, hang out, ngumpul gak jelas atau hanya sekedar senang-senang saja kami lakukan tanpa beban. Padahal di rumah ada wanita dengan rambutnya yang mulai memutih bersujud dilelapnya malam tuk mendoakan anaknya, menghitung receh demi receh yang dikumpulkannya untuk biaya sekolah anaknya, dan dimulutnya pun tak pernah lepas dari lantunan doa keselamatan dan kesuksesan bagi anak-anaknya. Sosok itu terkadang terlelap dengan pikiran tentang masa depan anak-anaknya, namun kami biasanya terlelap dengan hp dan tumpukan sms yang tidak penting.
Benar, jiwa itu adalah malaikat yang selalu ada tanpa kita minta yang bersedia memberikan segalanya untuk masa depan kita.
Saya berbalik dan mencoba menjawa pertanyaan itu dengna satu kalimat yang dapat mendefenisikan semuanya " SAYA TIDAK TAHU". Sontak jawabanku membuat ibuku tersenyum kecil dan merespon dengan jawaban "itulah yang harus kamu cari, dan disaat kamu memperolehnya ituah yang harus kamu perjuangkan, sudah sana tutup notebooknya dan tidur besok jangan sampai terlambat lagi". Waw jawaban yang tidak terduga, tapi kali ini setidaknya memberikan sedikit pembuka cakrawala buat saya. Saya, kamu, kalian dan kita harus mencari tujuan itu dan memperjuangkannya. Jujur saya pun belum tahu dengan pasti apa yang saya inginkan, menjadi apa saya kedepannya, dan apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkannya. Namun saya harus mencarinya, mustahil saya akan menemukan itu kalau saya tidak berusaha mencarinya dan tentunya memperjuangkannya. Seperti banyak halnya remaja yang galau akan masa depannya, sekarang saya juga berada dititik itu tapi kini setidaknya saya tahu apa yag harus saya lakukan, seperti pesan ibuku "Pikkiriki, ko tenniaya iko pikkiriki alemu nigasi, de' tu na engka tu'tu tamatoamu paringerrangiko!!(bahasa bugis yang artinya : pikirkan, sapa lagi yang memikirkan masa depanmu kalau bukan kamu, tidak selamanya orang tua berada disisimu untuk mengingatkan)". Tapi kata-kata terakhir dari pesan itu tentang de' tu na engka tu'tu tamatoamu paringerrangiko!! Sepertinya saya pribadi belum siap. Jangan Tuhan, jangan sekarang karena saya masih butuh beliau disini dan selamanya membutuhkan beliau.
Waktu sudah menunjukkan jam 22.36 WITA, dan sebelum menyudahi tulisan ini saya ingin memberikan seuntai kata buat inspiratorku malam ini:
"apa kamu pernah berpikir tentang masa depan?"
"tentang apa yang kamu inginkan?"
"tentang seperti apa kamu 5 atau 7 tahun yang akan datang?"
"tentang sulitnya jalan kamu kedepan yang harus kamu persiapkan sekarang?"
"Pikkiriki, ko tenniaya iko pikkiriki alemu nigasi, de' tu na engka tu'tu tamatoamu paringerrangiko!!(bahasa bugis yang artinya : pikirkan, sapa lagi yang memikirkan masa depanmu kalau bukan kamu, tidak selamanya orang tua berada disisimu untuk mengingatkan)"
Tiba-tiba lontaran pertanyaan itu menghujaniku dari belakang, ya...itu suara ibuku dengan logat bugisnya. Saya tidak tahu dari mana beliau langsung mendapatkan kata-kata itu, mungkin dari acara tv yang di nontonnya tadi atau suatu suara malaikat dari dalam hatinya, entahlah!! tapi kata-kata itu langsung menjelma di pikiranku, sempat ku hentikan kegiatan beberapa menit setelah mendengar ucapan itu dan saya tidak tahu jawaban apa yang harus saya lontarkan kecuali diam dan tak ada pikiran lain. Ya benar, itu inspirasi yang saya cari dan terlontar dari mulut ibuku, saya jauh-jauh mencari inspirasi kedalam program tv padahal sebenarnya inspirasi itu ada sejak tadi disampingku. Inspirasi agung yang tak pernah saya sadari dan berada sangat dekat denganku.
Saya lalu berpikir dan menganalisa perkataan ibuku itu, dan saya rasa bukan cuma ibuku tapi semua ibu di dunia akan memiliki arsip-arsip pertayaan yang sama untuk anak-anak mereka. Tentunya, tak ada jiwa besar seperti itu yang meluangkan seluruh hidupnya untuk sosok anak muda yang sebagian besar menyia-yiakan hidupnya dan tak pernah memikirkan hidupnya kedepan sedangkan seorang ibu bersusah payah untuk hal itu padahal ini tentang masa depan kita. Siapalagi kalau bukan seorang wanita yang setiap harinya mulai renta dan pikun namun dia tak pernah lupa dan pikun walau semenitpun untuk memikirkan masa depan kita, jangankan masa depan soal makan saja selalu beliau ingatkan.
Tidak bisa saya pungkiri bahwa saya juga menjadi bagian dari anak muda yang kadang tidak berpikir kearah sana. Mmmmm,..facebook dan bermain game ol misalnya, yang menghabiskan waktu saya namun saya tidak tahu apa yang saya dapatkan. Bermain dengan santai, hang out, ngumpul gak jelas atau hanya sekedar senang-senang saja kami lakukan tanpa beban. Padahal di rumah ada wanita dengan rambutnya yang mulai memutih bersujud dilelapnya malam tuk mendoakan anaknya, menghitung receh demi receh yang dikumpulkannya untuk biaya sekolah anaknya, dan dimulutnya pun tak pernah lepas dari lantunan doa keselamatan dan kesuksesan bagi anak-anaknya. Sosok itu terkadang terlelap dengan pikiran tentang masa depan anak-anaknya, namun kami biasanya terlelap dengan hp dan tumpukan sms yang tidak penting.
Benar, jiwa itu adalah malaikat yang selalu ada tanpa kita minta yang bersedia memberikan segalanya untuk masa depan kita.
Saya berbalik dan mencoba menjawa pertanyaan itu dengna satu kalimat yang dapat mendefenisikan semuanya " SAYA TIDAK TAHU". Sontak jawabanku membuat ibuku tersenyum kecil dan merespon dengan jawaban "itulah yang harus kamu cari, dan disaat kamu memperolehnya ituah yang harus kamu perjuangkan, sudah sana tutup notebooknya dan tidur besok jangan sampai terlambat lagi". Waw jawaban yang tidak terduga, tapi kali ini setidaknya memberikan sedikit pembuka cakrawala buat saya. Saya, kamu, kalian dan kita harus mencari tujuan itu dan memperjuangkannya. Jujur saya pun belum tahu dengan pasti apa yang saya inginkan, menjadi apa saya kedepannya, dan apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkannya. Namun saya harus mencarinya, mustahil saya akan menemukan itu kalau saya tidak berusaha mencarinya dan tentunya memperjuangkannya. Seperti banyak halnya remaja yang galau akan masa depannya, sekarang saya juga berada dititik itu tapi kini setidaknya saya tahu apa yag harus saya lakukan, seperti pesan ibuku "Pikkiriki, ko tenniaya iko pikkiriki alemu nigasi, de' tu na engka tu'tu tamatoamu paringerrangiko!!(bahasa bugis yang artinya : pikirkan, sapa lagi yang memikirkan masa depanmu kalau bukan kamu, tidak selamanya orang tua berada disisimu untuk mengingatkan)". Tapi kata-kata terakhir dari pesan itu tentang de' tu na engka tu'tu tamatoamu paringerrangiko!! Sepertinya saya pribadi belum siap. Jangan Tuhan, jangan sekarang karena saya masih butuh beliau disini dan selamanya membutuhkan beliau.
Waktu sudah menunjukkan jam 22.36 WITA, dan sebelum menyudahi tulisan ini saya ingin memberikan seuntai kata buat inspiratorku malam ini:
UNTUKMU YANG BERJIWA MALAIKAT
Tak ku tahu kata apa yang harus kutuliskan untuk medefinisikan jiwamu
Jiwa malaikat yang menjagaku ditiap tidurku
Melindungiku ditiap tangisku
Menghiburku ditiap dukaku
Mendekapku ditiap piluku
Sosok yang memberikan pintu maaf tanpa batas
Akan kedurhakaan dan kelancangan jiwaku
Sosok yang terbangun dalam lelapnya malam
Untuk memohonkan ampun atas segala dosa-dosaku
Terbangun bersama subuh yang dingin
Melangkahkan kaki menjejakkan butiran masa depanku
Demi sang durhaka yang masih lelap tertidur
Maaf,..maaf,..maafkan jiwa hina dan nakal ini
Yang hanya membuat air matamu menetes dalam kesedihan
Membuat jiwamu kwatir dan bahkan kesakitan
Akan tingkah yang kadang tak bermoral yang mencoreng wajahmu
Dan terima kasih untuk semua yang engkau korbankan
Demi kehidupan anak yang tak tahu malu ini
Ibuku,..
Saaya tahu saya belum dapa menemukan tujuan saya secara jelas dan pasti. Namun, yang saya tahu sekarrang ini bahwa tujuan dan kesuksesan apapun yang saya raih THIS IS FOR YOU and JUST FOR YOU, segala tujunku an pencapaianku hanya untukmu ibu.
*untuk ibu di seluruh dunia, kupersembahkan coretan kata ini untukmu, tetaplah jadi malaikat untuk kami anak-anakmu dan terima kasih untuk segala pengorbananmu*.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar