siapa penemu komputer

Sabtu, 18 Juni 2011

Get the spirit From God


TANPA KAKI TANPA SAYAP
Ku telusuri jejak jiwa ini
Patah lelah raga ini
Mendekap malam mengusir senja
Dalam perjalanan  tanpa  tujuan
Kutepis tiap sudut jalan tertatih
Dalam ketidak mampuan  menerjang samudera

Bunuh saja jiwa pilu ini
Biar  raganya mampu bertahan dalam hempasan badai
Karena kaki ini pun tak mampu lagi di langkahkan
Karena tangan ini pun tak sanggup lagi menggenggam

Lepaskan saja napas ini
Biar  hatinya  mampu terbang menepis langit-langit khatulistiwa
Sebab  pundak  ini  sudah  letih tuk bertahan
Sebab hasrat ini terlalu berat tuk di pertahankan

Aku ingin lari mengejar senja terakhirku
Aku  ingin melompat menggapi mentari hidupku
Tanpa kaki,. Tanpa sayap

Tak ku pedulikan lagi tangisan dedaunan di atas  pohon
Tak kupedulikan lagi tertawaan  merpati di awan
Karena aku memang ,.
Tanpa kaki,.tanpa sayap


DI BAWAH KOLONG LANGIT  DI ATAS SEJADAH DOA

Lantunan suling tak bersuara
Kicauan burung pun tak terdengar
Semuanya telah membelah fatamorgana
Dalam dekapan air  mata

Masih ku berharap hujan  kan tiba di antara terik mentari
Masih ku menanti tetesan embun pagi di pelupuk senja
Masih ku berharap salju di musim panas
Masih ku menanti bunga bermekaran di musim dingin

Tidakkah doa memang bemunaja kepada-Nya
Sebab tak ada doa yang  Dia sia-siakan
Walau memang qada’ dan qadar itu ada
Tapi jiwa tetap menyandarkan tumpuan  hanya kepadaNya

Ku coba menyakinkan jiwa ini walau bukan saat ini
Karena mungkin saja, esok, lusa atapun dimasa yang akan datang
Dimana hujan kan tiba diantara terik mentari
Dimana embun pagi menetes di pelupuk senja
Ketika salju hadir di musim panas
Ketika bunga-bunga bernekaran di musim dingin
Karena keyakinanku terhadapNya sungguhlah tidak terpatri lagi

Dibwah kolong langit di atas sejadah doa
Kutumpukkan segala pengharapan jiwa
Mengaharap keridhoan yang Kuasa
Kan hidup yang ku damba

Ku tahu Kau takkan biarkanku sendiri
Dari terjangan hidup yang tak terelakkan
Ku tahu Kau takkan biarkanku berpaling
Dari segala keyakinan atas KuasaMu

Di bawah kolong langit di atas sejadah doa
Ku tata segala pengrapan tuk berharap jadi kenyataan
Entah hari ini, esok atau lusa
Biarlah doa ini mengambang di atmosfer
Dan di saat  ku menengadah di langit
Ku tahu doaku masih ada di sana walaupun belum menjadi  nyata
Tapi setidaknya ku pernah berharap sedemikian rupa

Jiwa dan hatiku memang bukan karang
Ia hanya segupal daging yang lemah
Dan kan merasa hancur saat pengharapannya belum terjamah olehNya
Mata pun tak mampu  menahan aliran air mata
Karena ia tahu jiwa dan hatinya sedang kecewa dan terluka

Namun tetap ku berada di jalur ini
Di bawah kolong langit di atas sejadah doa
Bertumpuh bersama harapan
Dan menanti harapan yang masih dalam bayangan









1 komentar:

Unknown mengatakan...

likeeee ,,,,